Manfaat susu kedelai

Spread the love

Manfaat susu kedelai. Bila berbicara tentang menopause di Amerika Serikat, yang pertama kali muncul dalam pikiran kita adalah bintik-bintik merah sebagai pertanda penting atas suatu perubahan dalam kehidupan. Menariknya, tidak ada kosakata dalam khasanah Jepang untuk mendeskripsikan bintik-bintik merah ini. Terbukti, banyak penelitian yang menyatakan bahwa hampir semua wanita Jepang tidak pernah mengalami bintik merah dan keluhan mengenai tanda-tanda kurang enak memiliki persentase jauh lebih kecil datipada wanita Barat.

Sebuah penelitian baru-baru ini yang dilakukan oleh para peneliti Kanada terhadap wanita Jepang melaporkan bahwa bintik-bintik merah yang merupakan hal biasa yang terjadi pada wanita menopause di Amerika Serikat, hanya terjadi pada 12 dari 105 wanita di Jepang dan dari jumlah ini tidak ada yang mengeluh adanya keringat di malam hari. Pada penelitian lainnya, para peneliti membandingkan wanita yang mengalami menopause di Jepang, Amerika Serikat dan Kanada. Wanita Jepang memiliki keluhan lebih sedikit dibandingkan wanita di negara Barat. Dilaporkan bahwa 35% wanita Amerika dan 31% wanita Kanada menderita bintik merah, sedangkan di Jepang hanya 12,4%. Lebih dari 38,1% wanita Amerika mengeluh kekurangan energi, namun hanya 6%wanita Jepang yang mengeluhkan hal serupa.

Penelitian-penelitian yang mencoba membandingkan wanita yang mengalami menopsuse di Jepang dan Barat menimbulkan banyak kontroversi. Beberapa sosiolog merasa bahwa  wanita Jepang sedikit mengeluarkan keluhan dibandingkan wanita Barat karena mewakili sifat asli budaya Asia yang bila merasakan sakit, mereka tidak mau mengakuinya. Tetapi Lancet, sebuah jurnal mefis Inggris menerbitkan surat Dr. Herman Adlercreutz menegaskan bahwa wanita Jepang mengkonsumsi makanan-makanan yang berasal dari kedelai dan semua makanan ini mengandung isoflavon. Semua isoflavon merupakan estrogen lemah dan dalam jumlah tertentu akan memiliki pengaruh biologis, khususnya pada wanita yang sedang mengalami menopause dengan kadar estrogen rendah.

Meskipun belum diketahui secara pasti penyebab bintik merah, gangguan itu mungkin disebabkan karena fluktuasi hormonal pada saat menopause yaitu ketika kadat estrogen menurun dan akhirnya tubuh memproduksi lebih banyak hormon lutenisin (LH) yang merangsang ovarium. Tidak menutup kemungkinan fitoestrogen dari kedelai melekat pada penerima estrogen sehingga tubuh merasa bahwa estrogen mereka masih mencukupi.

Kedelai juga dapat menghilangkan ketidaknyamanan lainnya yang terkait dengan menopause yaitu penipisan dinding vagina. Setelah kadar estrogen menurun, dinding vagina cenderung menipis yang berakibat rasa nyeri ketika berhubungan intim dan cenderung riskan terhadap infeksi. Dalam konteks ini, kedelai dapat mencegah gangguan-gangguan seksual semacam ini.  Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh British Medical Journal menjelaskan bagaimana makanan yang kaya fitoestrogen dapat mencegah penipisan dinding vaginawanita yang mengkonsumsinya. Wanita yang sedang menopause diberi tiga macam makanan,yaitu tepung kedelai, minyakbiji rami, dan kecambah setiap dua minggu. Selama pemberian kedelai ini, ada peningkatan yang sangat besar dalam jumlah epitel dinding vagina bila dibandingkan dengan waktu sebelumnya. Para peneliti mengambil kesimpulan bahwa pola konsumsi makanandapat mempengaruhi tingkat penderitaan seorang wanita menopause yang disebabkan oleh kekurangan estrogen.